Igauan

di malam timur,
aku bersandar pada denyut-denyut nadiku

lampu-lampu berjalan ramai di garis malam
kerumunan manusia saling menyemprotkan
wangi kebahagiaan dan kebencian
—bagi siapa saja

kebisingan mencoba masuk ke dalam buihku
aku bersandar dalam ruang
yang tak begitu mengundang kekaguman
para pelayat itu

suka dan pengap mereka
sebenarnya aku rasakan
mereka tertawa
aku pun tertawa
mereka menggendong kemiskinannya, aku pun begitu

malam di timur
saat hujan dan hujatan coba memburu
mengekang sebuah doa di mimpi
di hati penyair yang belum bangun dari mabuk kematian

aku
di buihku yang ramai
menceritakan kala aku menangisi
kelayakan malam timur ini,
di bawah lampu redup
dan candu zamanku

2012

photo: Ardi Pratikno

0 komentar:

Posting Komentar